Sunday, 31 October 2010

Kenali Empat Musim Ekonomi

Mari kita bayangkan sebuah gedung yang bertingkat tinggi. Satu hal utama yang paling penting adalah fondasi gedung tersebut. Fondasi yang kuat akan menentukan juga kekuatan dari gedung tersebut.

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah pilar-pilar yang menopang bangunan gedung tersebut. Jika pondasi kuat tetapi pilarnya tidak kuat maka gedung tersebut relatif akan dapat roboh.

Ada 2 pilar penting yang harus diperhatikan sehingga bisnis anda dapat melambung tinggi, antara lain:

1. Attitude/Sikap

Salah satu pilar utama yang sering membuat pengusaha bermasalah adalah sikap. Ada begitu banyak di media yang memberitahu kita, betapa buruknya pemilik bisnis lupa untuk melihat bisnisnya dalam gambaran yang besar (big picture).

Mereka mendengar adanya krisis (resesi/ekonomi menurun) musim gugur dan takut serta panik akan hal tersebut. Kenyataannya, ada banyak bisnis yang menghasilkan uang yang besar beberapa tahun ini. Indeks Dow Jowns terus naik dan banyak perusahaan besar yang mencetak keuntungan.

Bagaimana sikap anda terhadap isu resesi atau krisis? Dan jika kita dalam masa resesi atau ekonomi menurun, apakah ada aturan yang mengharuskan kita mengalami penderitaan juga? Tentu saja tidak. Coba pikirkan, kapankah kita dapat mengubah meraih keuntungan besar kita pada masa depan? Saat ekonomi membaik atau saat resesi? jawabannya cukup membingungkan bukan?

Jawabannya adalah: awal saat kita dapat meningkatkan keuntungan kita, justru saat adanya resesi, mengapa? Ada beberapa kesempatan saat ekonomi menurun (jika anda memiliki uang cash yang kuat), antara lain :

  • Bukankan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli perusahaan kompetitor anda yang sedang mengalami kesulitan?
  • Merekrut staf yang baik dengan gaji yang relatif rendah.
  • Waktu yang tepat untuk mendapatkan lokasi yang baik dengan harga sewa atau harga beli yang relatif rendah.
  • Waktunya untuk mendapatkan suplier dengan harga murah dan kondisi term of payment yang dapat dinegosiasikan.
Seseorang yang khawatir dan memiliki sikap yang tidak benar tentang kondisi ekonomi adalah seseorang yang tidak mengerti bagaimana ekonomi bisnis bekerja.

Mereka tidak memahami bahwa musim selalu berubah dari musim panas ke musim dingin/hujan, demikian juga musim ekonomi juga berubah. Kami akan membahas musim ekonomi di bawah ini

2. Musim ekonomiMusim berjalan terus dari musin summer (panas) ke autumn (gugur), kemudian ke winter (dingin) dan ke spring (semi). Banyak yang lupa betapa pentingnya seorang pengusaha mengetahui tentang musim ekonomi dan bagaimana musim ekonomi ini bekerja.

Jika anda tinggal di daerah pertanian, selama musim panas, anda perlu membuat jerami tanaman sebelum matahari terbit. Tetapi sayangnya saat musim panas, malahan banyak pengusaha yang menghabiskannya untuk konsumsi yang tidak produktif.

Anda perlu membuat “tumpukan jerami” agar selamat melewati musim dingin ekonomi, hal ini berarti seharusnya dalam kondisi musim panas seharusnya pengusaha banyak menyimpan uangnya.

Apa yang harus dilakukan pengusaha pada saat musim ekonomi, dikupas sebagai berikut :
  • Musim summer (panas), pengusaha seharusnya menaikkan harga jual dan carilah cara untuk meningkatkan keuntungan anda. Pada masa ini anda seharusnya menyisihkan atau menyimpan uang anda dari hasil usaha anda
  • Musim falls (gugur), adalah waktunya “pembersihan” untuk mempersiapkan musim winter (dingin). Caranya adalah menyingkirkan “sapi-sapi” yang sakit yang dapat mengganggu bisnis anda. Lakukan penghematan baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi penghematan harga pokok penjualan atau harga pokok produksi. Pada musim ini anda tetap harus menyimpan uang anda untuk mempersiapkan ke musim dingin.
  • Musim winter (dingin), masa ini adalah masa krisis/resesi, dimana harga harga cenderung jatuh, harga properti murah, tenaga kerja murah, barang dagang juga murah. Banyak perusahaan yang dijual karena persaingan yang ketat. Ini adalah waktunya untuk mempersiapkan agar keuntungan dapat anda peroleh pada masa depan. Pada saat ini anda sudah mempersiapkan uang anda (waktu musim falls). Ini adalah waktu terbaik untuk mendapatkan tenaga kerja yang terbaik, melakukan pembelian barang dagang, mengubah strategi marketing anda atau memindahkan lokasi usaha anda ke lebih strategis. Di sini juga waktu yang sangat tepat untuk membeli perusahaan terutama kompetitor. Ini semua dilakukan untuk mempersiapkan ke musim semi. Indonesia dan dunia saat ini sedang di ujung akhir masa dingin dan beberapa bulan ke depan akan masuk ke musim semi.
  • Musim spring (semi), di sini pertumbuhan ekonomi mencapai puncaknya. Di sini anda melakukan “panen”, anda akan memperoleh keuntungan yang tinggi karena anda memiliki barang dagangan yang lengkap dan karyawan yang handal serta memiliki beberapa perusahaan.
Musim juga berganti, demikian juga strategi bisnis juga harus berganti. Kita sebagai pengusaha harus menyadari akan adanya pergantian musim ekonomi, kemudian mengatur keuangan kita sesuai dengan petunjuk yang sudah kita sampaikan. (***)

Sikap Pengusaha Muslim


Segala puji hanya milik Allah Ta'ala, Dzat yang telah mengaruniakan berbagai kenikmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amiin.


Pendahuluan

Bumi beserta isinya yang demikian luas dan besar, tidaklah terwujud begitu saja.Tidaklah langit dan bumi beserta seluruh makhluq yang berada diantara keduanya diciptakan begitu saja alias sia-sia.

"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Qs. Ad Dukhan: 38-39)

Saudaraku! Tahukah anda bahwa bumi beserta isinya adalah milik anda. Bumi beserta segala isinya adalah karunia Allah untuk anda.
Bila anda adalah seorang yang benar-benar beriman, niscaya anda benar-benar merasakan karunia Allah ini. Di mata anda, bumi beserta isinya ada untuk anda bukan sebaliknya, anda ada untuk bumi beserta isinya.

"Dialah Allah Yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu." (Qs. Al Baqarah: 29)

Imam para ahli tafsir, yaitu Ibnu Jarir At Thabari menafsirkan ayat ini dengan berkata:

"Allah Ta'ala Yang Maha Agung mengabarkan bahwa Ia menciptakan segala yang ada di bumi hanyalah untuk kepentingan umat manusia. Karena bumi beserta isinya berfungsi untuk memenuhi kepentingan umat manusia. Adapun dalam urusan agama, maka bumi beserta isinya merupakan bukti nyata akan ke-Esaan Allah. Sedangkan dalam urusan dunia, maka padanya terdapat sumber-sumber kehidupan dan bekal mereka untuk menjalankan ketataan kepada Allah. Oleh karena itu Allah Ta'ala menegaskan bahwa: Dialah Yang telah menciptakan segala isi bumi demi kepentinganmu." (Tafsir At Thabari 1/426)

Tujuan Hidup Seorang Muslim

Allahu Akbar! Bumi beserta isinya diciptakan demi kemaslahatan kita; umat manusia. Tidakkah anda bertanya: Bumi yang begitu luas, beserta isinya yang begitu beraneka ragam, diciptakan untuk kepentingan saya? Mengapa demikian besar karunia Allah kepada saya?
Saudaraku, ketahuilah bahwa jawaban pertanyaan anda ini hanya ada satu, yaitu yang termaktub pada firman Allah Ta'ala berikut:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (Qs. Az Dzariyat: 56)

Sikap ini tentu berbeda dengan sikap sebagian kita yang silau oleh gemerlap kehidupan dunia, hingga mengalahkan akal sehat dan imannya. Perhiasan hidup dunia lebih ia cintai dibanding lainnya, sehingga segala aktifitasnya bertujuan untuk menumpuk keuntungan dunia.

"Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir." (Qs. An Nahl: 107)

Ia mengorbankan jiwa, raga dan bahkan agamanya guna mendapatkan keuntungan dunia. Dunia adalah cita-cita dan tujuan hidupnya, kemewahan harta benda adalah harapan tertingginya:

"Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." (Qs. Al Baqarah : 86)

Saudaraku! Mungkin anda akan berkata bahwa anda pasti bahagia dengan harta benda yang melimpah, istana yang megah dan kendaraan yang mewah. Demikianlah persepsi banyak orang, dan demikianlah impian mereka.
Ketahuilah, saudaraku! Sesungguhnya masing-masing kita adalah hamba sahaya bagi rasa cintanya. Bila anda mencintai wanita, maka anda pasti rela untuk mengabdi dan berkorban dengan apa saja demi menuruti keinginan wanita idaman anda. Bila anda adalah pencinta harta benda, maka andapun pasti rela mengorbankan segala yang anda punya demi mendapatkan dan menjaganya. Inilah yang mendasari nenek moyang kita untuk berpetuah: cinta adalah pengorbanan.
Tatkala anda mencintai sesuatu dari apa yang telah saya sebutkan di atas, dan berkorban untuknya, pasti anda meyakini bahwa kebahagiaan anda akan terwujud dengannya. Akan tetapi apakah keyakinan anda ini benar-benar nyata? Coba renungkan baik-baik.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan tentang kaitan kebahagian dengan kecintaan seseorang terhadap hal-hal tersebut: "Barang siapa mencintai sesuatu selain Allah Azza wa Jalla, pasti ia merasakan penderitaan karenanya. Baik ia berhasil mendapatkan hal yang ia cintai atau tidak. Bila ia tidak berhasil mendapatkannya, pasti ia tersiksa dan menderita, Sebesar rasa cintanyalah siksa dan derita yang ia rasakan. Dan bila ia berhasil mendapatkannya, maka sebelum berhasil mendapatkannya ia pasti terlebih dahulu menderita, setelah ia mendapatkannya penderitaanya pun terus berlanjut hingga setelah sesuatu yang ia cintai itu sirna, derita dan penyesalan tetap merudung hidupnya. Dengan demikian, derita dan lara yang menderanya melebihi kesenangan yang berhasil ia rasakan. Dinyatakan oleh seorang penyair:

Tiada manusia yang lebih nestapa dibanding orang yang sedang dirundung asmara. Ia mabuk kepayang karna mengharap manisnya asmara.Tangis dan duka tak kunjung berpisah darinya takut akan perpisahan atau rindu yang slalu melandanya.Ia menangis bila jauh karena rindu kepayang. Ia menangis bila dekat, karna perpisahan yang akan datang menghadang.Panas slalu matanya tatkala berjumpa dan panas slalu matanya karna perpisahan telah menerpa. (Ighatsatul Lahafan 1/39-40)

Demikianlah gambarannya anak manusia yang dilanda asmara dan cinta terhadap sesuatu dari kehidupan dunia.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Qs. Ali Imran: 14)

Saudaraku! sudikah kiranya anda aku tunjukkan terhadap cinta yang pasti mendatangkan kebahagiaan yang abadi dan tak akan pernah sirna? Cinta yang pasti mewujudkan kedamaian dan riang gembira sepanjang masa? Walau badai kehidupan datang menerpa, walau cobaan dunia silih berganti, kebahagiaan anda tidak akan lekang karenanya dan juga tak kan pernah padam olehnya.Itulah cinta kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.

"Sungguh mengherankan urusan seorang yang beriman, sungguh seluruh urusannya baik, dan hal itu tidak mungkin dimiliki melainkan oleh orang yang beriman. Bila ia ditimpa kesenangan, ia bersyukur, maka kesenangan itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka kesusahan itu baik baginya." (Riwayat Muslim)

Cinta kepada Allah yang senantiasa membangkitkan rasa syukur dan kesabaran.

"Sesungguhnya besarnya pahala bersama besarnya ujian, dan sesungguhnya bila Allah Azza wa Jalla bila mencintai suatu kaum, maka Ia akan menguji mereka, barang siapa yang ridha (lapang dada) niscaya ia mendapatkan keridhaan pula, dan barang siapa yang benci, niscaya iapun mendapatkan kebencian." (Riwayat Ahmad, At Tirmizi dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albani)

Hanya dengan kedua amalan inilah anda akan benar-benar merasakan nimatnya hidup dan indahnya dunia.

Diriwayatkan dari sahabat Anas radhiallahu 'anhu, ia meriwayatkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga perangai, barang siapa yang ketiga-tiganya telah terealisasi pada dirinya, niscaya ia merasakan manisnya keimanan: Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain keduanya, ia mencintai orang lain, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia membenci untuk kembali kepada kekufuran, bagaikan kebenciannya bila akan dicampakkan ke dalam kobaran api." (Muttafaqun 'alaih)

Saudaraku! Dalam mengarungi kehidupan dunia ini, anda pasti melalui dua jenis kejadian; yaitu kesenangan atau kesusahan. Agar kedua hal ini tidak merusak kedamaian dan kebahagiaan anda, maka dalam menghadapinya, anda membutuhkan kepada dua hal:

1. Syukur.
2. Kesabaran.

Bila anda sedang mendapatkan karunia dari Allah Ta'ala berupa kesenangan dan kenikmatan, maka dengan bersyukur berarti anda sedang menjaga dan mengupayakannya agar terus bertambah.

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu mengumandangkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Qs. Ibrahim: 7)

Dan dengan bersabar, berarti ketabahan anda dalam menghindarkan segala hal yang dapat membinasakan kenikmatan anda, serta mewujudkan segala hal yang dapat menjaga keutuhannya.
Bila anda sedang dalam kesusahan, maka anda bersabar untuk tidak berkeluh kesah, karena kesusahan sebenarnya diwujudkan demi kemaslahatan anda. Betapa tidak, anda merasa susah dengan panasnya terik matahari, akan tetapi betapa banyak kemaslahatan yang anda peroleh darinya. Betapa banyak kemaslahatan yang dapat anda petik dari berbagai musibah dan kesusahan lainnya.
Coba renungkan, dengan seksama, pelajaran dan pengalaman berharga dalam hidup anda lebih banyak didapatkan dari kegagalan atau kesusahan yang pernah menimpa anda atau orang lain daripada dari keberhasilan dan kemudahan. Karenanya, dahulu orang-orang tua kita berpetuah: kegagalan adalah awal dari keberhasilan.
Dengan demikian, walaupun awalnya adalah pedih dan susah, akan tetapi akhirnya adalah manis dan keberhasilan, dengan demikian kesusahan dan musibah di dunia dapat berubah menjadi kenikmatan yang patut disyukuri. Oleh karena itu, 'Aisyah mengisahkan kepada kita sikap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menghadapi dua keadaan ini dengan berkata:

Dahulu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bila mendapatkan sesuatu yang beliau senangi, beliau segera berucap: "Segala puji syukur hanya milik Allah yang atas karunia-Nyalah segala kebaikan dapat terwujud", dan bila mendapatkan sesuatu yang beliau benci, beliau berucap: "Segala puji syukur hanya milik Allah dalam segala keadaan yang menimpa." (Riwayat Ibnu Majah, Ibnu As Sunni, At Thabrani dan dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al Albani)

Dengan senantiasa menyandingkan syukur dan sabar yang merupakan aplikasi langsung dari kecintaan kepada Allah demikian inilah, kebahagian hidup dan kedamaian cinta akan terwujud dalam hidup anda.
Inilah hikmah dijadikannya kecintaan kepada Allah sebagai inti dari seluruh syari'at Isalam, bahkan syari'at seluruh nabi yang pernah diutus ke dunia.

Ibnul Qayyim berkata: "Inti ajaran kitab-kitab Allah Ta'ala yang pernah diturunkan dari yang pertama hingga yang terakhir adalah perintah untuk mencintai Allah dan segala konsekwensinya serta larangan dari mencintai yang menyelisihi kecintaan kepada Allah dan segala yang menjadi konsekwensinya." (Ighatsatul Lahafan 2/133)

Saudaraku! apapun aktifitas dan profesi anda di dunia ini, bila kecintaan kepada Allah telah tumbuh-subur dalam jiwa anda, niscaya anda menjadi ringan hati dalam menjalankan setiap ketataan dan menjauhi setiap kemaksiatan.

"Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (Qs. Ali Imran: 31-32)

Bila kecintaan kepada Allah telah tumbuh subur dalam jiwa anda, maka kecintaan ini akan tercermin pada setiap aktifitas anda:

"Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan mencegahpun karena Allah, berarti ia telah mencapai kesempurnaan iman." (Riwayat Abu Dawud, At Thabrani dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albani)

Peranan Cinta Kepada Allah Dalam Kehidupan Pengusaha Muslim

Telah disinggung di atas bahwa kecintaan kepada Allah yang telah tertanam dalam jiwa seorang muslim akan menjadi asas setiap aktifitasnya. Bila dia adalah seorang negarawan, maka kecintaan kepada Allah akan terpancar pada setiap kebijaksanaan dan keputusan yang ia lahirkan. Bila ia adalah seorang petani, maka kecintaan kepada Allah-pun akan terpancar pada kegiatan pertaniannya. Dan bila ia adalah seorang pengusaha alias pedagang, maka perdagangannya pasti mencerminkan akan kecintaanya kepada Allah.

Berikut beberapa cerminan nyata dalam kehidupan seorang pengusaha yang benar-benar mencintai Allah Ta'ala:

CERMINAN PERTAMA: Perniagaannya tidak menjadikannya melalaikan Allah.

Ini adalah cerminan utama seorang yang beriman dan cinta kepada Allah. Perniagaan baginya adalah sarana penunjang untuk melancarkan amalannya berzikir dan beribadah kepada Allah.

"Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." (Qs. An Nur: 37)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat in dengan berkata: "Mereka tidak disibukkan oleh urusan, perhiasan, kenikmatan dan keuntungan dunia dari mengingat Tuhan mereka yang telah menciptakan dan melimpahkan rizki kepada mereka. Mereka senantiasa sadar bahwa kenikmatan di sisi Allah lebih baik dan berguna dibanding segala kekayan yang ada padanya. Yangd demikian itu karena kekayan yang mereka miliki akan sirna sedangkan kenikmatan di sisi Allah kekal abadi." (Tafsir Ibnu katsir 6/68)

Keuntungan dunia bagi seorang mukmin adalah modal untuk menggapai keuntungan di sisi Allah. Betapa meruginya bila keuntungan dunia digapai dengan mengorbankan keuntungan akhirat.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (Qs. Al Munafiqun: 9)

CERMINAN KEDUA: Tujuan perniagaan yang luhur.

Setiap manusia yang berakal sehat pasti memiliki tujuan dari setiap aktifitas yang ia lakukan. Hanya orang yang kurang sempurna akalnya sajalah yang beraktifitas tanpa tujuan yang jelas. Karena perbuatan yang tidak memiliki tujuan yang jelas adalah perbuatan sia-sia. Dan perbuatan yang sia-sia adalah kebiasan orang-orang yang jahil alias bodoh:

Sebagai seorang muslim yang cinta kepada Allah pasti memiliki tujuan-tujuan yang luhur dari setiap perniagaannya. Berikut beberapa tujuan terpuji nan luhur yang seyogyanya dimiliki oleh seorang pengusaha muslim:

1. Dapat hidup layak dan terhormat.

"Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah." Dikatakan kepada beliau: "Bagaimana bila ia tidak mampu?" Beliau menjawab: "Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan (dengannya ia dapat) bersedekah." Dikatakan lagi kepadanya: "Bagaimana bila ia tidak mampu juga?" Beliau menjawab: "Ia dapat membantu orang yang benar-benar dalam kesusahan." Dikatakan lagi kepada beliau: "Bagaimana bila ia tidak mampu juga?" Beliau menjawab: "Ia memerintahkan yang ma'ruf atau kebaikan." Penanya kembali berkata: "Bagaimana bila ia tetap saja tidak (mampu) melakukannya?" Beliau menjawab: "Ia menahan diri dari perbuatan buruk, maka sesungguhnya itu adalah sedekah." (Muttafaqun 'alaih)

Pada suatu hari Al Fudhail bin 'Iyaadh berkata kepada Abdullah bin Al Mubarak: "Engkau menganjurkan kami untuk berzuhud, hidup sederhana, dan hanya mencukupkan diri dengan sedikit harta, sedangkan kami menyaksikanmu terus-menerus berniaga, bagaimana ini?" Abdullah bin Al Mubarak menjawab: "Wahai Abu Ali, sesungguhnya aku melakukan ini semua hanyalah untuk menjaga kehormatan dan harga diriku, dan sebagai bekal untuk menjalankan keta'atan kepada Allah." Mendengar jawaban ini Al Fudhail berkata: "Betapa indahnya hal ini wahai Ibnul Mubarak bila benar-benar dapat terwujud." (Siyar A'alam An Nubala' 8/387).

Saudaraku! bila anda sedikit merenung lalu bertanya kepada diri sendiri? Mengapa saya harus capek-capek bekerja, bating tulang dan peras keringat? Saya kira jawaban pertama yang akan terbetik di benak anda ialah: "Ya agar dapat mencukupi kebutuhan sendiri dan kalo bisa agar dapat makan enak, tidur nyenyak, berpakaian layak dan memiliki tabungan banyak, alias hidup kaya raya."

Saudaraku! tahukah anda bahwa Allah Ta'ala telah menjanjikan hal itu kepada anda bila anda memusatkan perhatian dan pikiran anda pada kecintaan kepada Allah?

"Barang siapa yang pikirannya terpusat pada urusan akhirat, niscaya Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kekayaannya ada pada hatinya, dan kekayaan dunia akan menghampirinya dengan tunduk lagi mudah. Sedangkan barang siapa yang pikirannya terpusat pada urusan dunia, niscaya Allah akan mencerai-beraikan urusannya, kemiskinan selalu berada di depan matanya, dan tidak ada dari kekayaan dunia yang menghampirinya selain yang telah Allah tuliskan untuknya." (Riwayat Al Hannad dalam kitab Az Zuhud dan dinyatakan oleh Al Albani sebagai hadits shahih)

Nuruddin bin Abdul Hadi As Sindy mengomentari hadits ini dengan berkata: "Kesimpulannya, setiap rizqi yang telah dituliskan untuk seorang hamba pasti akan datang menghampirinya. Hanya saja barang siapa yang berjuang membangun kehidupan akhirat, niscaya rizkinya akan menghampirinya dengan begitu mudah. Sedangkan orang yang hanya berpikir mengejar keuntungan dunia, rizkinya hanya akan ia peroleh dengan penuh susah payah. Dengan demikian orang yang berjuang membina kehidupan akhirat berhasil menggabung keuntungan dunia dan akhirat. Sedangkan tujuan utama dari mencari rizki adalah untuk dapat hidup dengan nyaman, dan itu benar-benar berhasil digapai oleh pejuang akhirat. Sedangkan pejuang dunia ditimpa kerugian di dunia dan akhirat, karena selama di dunia ia senantiasa menanggung kesusahan dalam upaya mencari harta. Bila demikian adanya, maka apalah gunanya harta benda bila pemiliknya tidak pernah merasakan kenyamanan?"

2. Memenuhi kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.

Nafkah yang kita berikan kepada anak dan istri serta orang-orang yang menjadi tanggung jawab anda merupakan infak yang paling utama.

"(Perbandingan pahala antara) uang satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah (jihad di jalan Allah), satu dinar yang engkau belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau infakkan untuk memenuhi kebutuhan keluargamu, yang paling besar pahalanya ialah yang engkau infakkan untuk menafkahi keluargamu." (Riwayat Muslim)

Pada riwayat lain nabi berpesan kepada sahabat Sa'ad bin Abi Waqqaas radhiallahu 'anhu dengan sabdanya:

"Sesungguhnya bila engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada orang lain. Dan sesungguhnya engkau tidaklah menafkahkan suatu nafkah yang engkau mengharap dengannya keridhaan Allah, melainkan engkau akan diberi pahala karenanya, sampaipun suapan makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu." (Muttafaqun 'alaih)

Sebaliknya, menterlantarkan orang-orang yang wajib anda nafkahi, adalah perbuatan dosa yang sangat besar:

"Cukuplah sebagi dosa (yang akan membinakan-pen) seseorang, bila ia menterlantarkan nafkah orang-orang yang wajib ia nafkahi." (HR. Ahmad, dan Al Baihaqy dan hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Muslim tanpa menyebutkan kisah sebelumnya)

Imam Al Khatthabi menjelaskan: "Hadits ini adalah suatu isyarat bahwa tidak sepantasnya seseorang itu bersedekah dengan hartanya, sehingga menjadikan nafkah keluarganya tidak tercukupi. Bila ia melakukan hal ini, maka bukannya pahala yang ia peroleh, akan tetapi dosa besar yang ia sandang." ('Aunul Ma'bud 5/76)

3. Keuntungan dunia adalah ladang untuk menyemai bekal bagi kehidupan di akhirat.

Sebagai anggota masyarakat, tentunya anda beritikad untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna. Dan diantara bentuk jasa yang dapat anda berikan kepada masyarakat anda ialah dengan banyak-banyak memberikan uluran tangan kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkannya

Dengan cara ini kita dapat menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang untuk menyemai bekal

"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negri di akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan kehidupan dunia, dan berbuatlah baik sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (Qs. Al Qashash: 77)

"Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah." Dikatakan kepada beliau: "Bagaimana bila ia tidak mampu?" Beliau menjawab: "Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan (dengannya ia dapat) bersedekah." Dikatakan lagi kepadanya: "Bagaiman bila ia tidak mampu juga?" Beliau menjawab: "Ia dapat membantu orang yang benar-benar dalam kesusahan." Dikatakan lagi kepada beliau: "Bagaimana bila ia tidak mampu juga?" Beliau menjawab: "Ia memerintahkan yang ma'ruf atau kebaikan." Penanya kembali berkata: "Bagaimana bila ia tetap saja tidak (mampu) melakukannya?" Beliau menjawab: "Ia menahan diri dari perbuatan buruk, maka sesungguhnya itu adalah sedekah." (Muttafaqun 'alaih)

Pada riwayat lain, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah ada seorang muslim yang menanam pepohonan, atau tanaman lalu ada seekor burung atau manusia atau binatang ternak yang memakannya, melainkan apa yang dimakan itu akan menjadi pahala sedekah bagi penanamnya." (Muttafaqun 'alaih)

Penjelasan ini membuktikan kepada anda bahwa begitu pentingnya peranan niat dan seluk-beluknya dalam kehidupan anda. Dahulu sebagian orang bijak menyatakan:

Amal ibadah orang bodoh itu hanya sekedar adat kebiasaan, sedangkan kegiatan rutinitas orang yang berilmu itu adalah ibadah.

Saudaraku! Tidakkah anda merasa tertarik untuk menjadi orang-orang yang berilmu, sehingga apapun aktifitas anda semuanya bermaknakan ibadah? Anda di pasar, di kantor, di pabrik, di ladang di rumah atau di masjid, semuanya bermakna ibadah dan mendatangkan pahala serta keberkahan bagi hidup anda, di dunia dan di akhirat.

Coba anda bayangkan: semasa hidup di dunia anda adalah seorang pengusaha sukses, sehingga hidup kecukupan, kaya raya dan ketika mati dimasukkan ke surga.

Ini adalah sebagian dari makna sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Sebaik-baik harta yang berharga ialah yang dimiliki oleh orang yang sholeh." (Riwayat Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan dinyatakan sebagai hadits yang shahih oleh Al Albani)

Kisah berikut adalah gambaran para pengusaha sukses yang beriman dan berilmu: Pada suatu hari sekelompok fakir-miskin dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemui beliau dan mengeluhkan perihal hidup mereka:

"Orang-orang yang kaya raya telah berhasil menggapai kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang kekal abadi." Mendengar keluhan sahabatnya itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Mengapa demikian?" Para sahabat menjawab: "Mereka (orang-orang kaya) menunaikan sholat, sebagaimana kita juga sholat, mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa, dan mereka bersedekah, sedangkan kita tidak mampu untuk bersedekah, mereka memerdekakan budak, sedangkan kami tidak mampu melakukannya." Menanggapi keluha sahabatnya ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidakkah kalian mau aku ajari suatu amalan yang dengannya kalian mampu menyusul orang-orang yang mendahului kalian, mendahului orang-orang yang datang setelah kalian, dan tidak akan ada orang yang melebih keutamaan kalian, selain orang yang turut mengamalkan amalan kalian?" Spontan seluruh sahabat itu menjawab tawaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan berkata: "Tentu kami semua mau ya Rasulullah!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Betasbih, bertakbir, bertahmidlah setiap kali usai mendirikan sholat sebanyak 33 kali. Tak selang berapa lama, orang-orang fakir-miskin itu kembali menjumpai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan melapor kepada beliau: "Saudara-saudara kita yang kaya raya mengetahui apa yang kami amalkan, lalu merekapun turut mengamalkannya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada mereka: "Itu adalah kemurahan dari Allah yang dikaruniakan kepada orang-orang yang Ia kehendaki." (Muttafaqun 'alaih)

Demikianlah gambaran lehidupan seorang pengusaha muslim sukses, kaya harta dan pahala. Bagaimana pendapatmu wahai saudaraku? Anda ingin seperti mereka? Selamat mencoba.

Hikmah Bersedekah

Saudaraku, mungkin setelah menyimak pemaparan di atas, anda akan berkata: "Mengapa syari'at Islam menganjurkan umatnya untuk banyak-banyak bersedekah, terlebih-lebih kepada fakir miskin?"
Ketahuilah saudaraku, anjuran bersedekah, terutama kepada fakir dan miskin memiliki banyak hikmah:

Hikmah pertama: Sebagai wujud nyata dari penghargaan atas hak kepemilikan.

Anda pasti telah merasakan betapa lelah dan susah untuk mendapatkan harta benda. Pengorbanan demi pengorbanan anda lakukan demi mendapatkan harta benda, maka Islam mengarahkan agar jerih payah anda ini tidak sia-sia. Islam menghendaki agar anda yang telah bersusah payah benar-benar merasakan kegunaan dan manfaat harta benda anda. Islam menginginkan agar anda benar-benar diuntungkan oleh harta benda anda dan tidak bertambah sengsara setelah mendapatkan harta.
Saudaraku! Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemui sahabatnya dan bertanya kepada mereka:

"Siapakah yang lebih mencintai harta ahli warisnya dibanding hartanya sendiri?" Spontan seluruh sahabat menjawab pertanyaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan berkata: "Ya Rasulullah, setiap kita pasti lebih mencintai harta bendanya sendiri dibanding harta benda ahli warisnya." Mendengar jawaban sahabatnya ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menimpalinya dengan bersabda: "Sesungguhnya harta-bendamu ialah seluruh harta-benda yang telah engkau infakkan, sedangkan harta ahli-warimu ialah seluruh harta-benda yang ia sisakan (tabungkan)." (Riwayat Al Bukhari)

Pada hadits lain Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan fakta umat manusia dengan harta kekayaan mereka:

"Anak keturunan Adam (senantiasa) berkata: Hartaku, hartaku! Apakah engkau wahai anak Adam mendapatkan bagian dari hartamu selain yang engkau makan sehingga engkau habiskan, atau engkau pakai sehingga engkau rusakkan atau yang engkau shadaqohkan sehingga engkau sisakan (untuk kehidupan akhirat)" (Riwayat Muslim)

Saudaraku! Hanya dengan cara inilah anda benar-benar dapat menikmati harta bendamu, maka perbanyaklah infak di jalan-jalan yang dicintai Allah, niscaya anda akan menemukan nikmatnya memiliki harta-benda.

Tidak heran bila anda mendapatkan pada biografi para ulama' dan tokoh zaman dahulu, mereka sangat dermawan dalam urusan sedekah.

Dikisahkan bahwa penghasilan Al Laits bin Saad setiap tahun berkisar antara 20 hingga 25 ribu dinar, walau demikian ia tidak pernah berkewajiban membayar zakat. Bila anda menghitung penghasilannya maka akan anda temukan angka yang sangat besar:
20.000 x 3,75 gram (berat satu dinar) = 75.000 gram atau 75 Kg emas
25.000 x 3,75 gram = 93.750 gram atau 93,75 Kg emas
Bila harga 1 gram emas adalah Rp.100.000,-, maka penghasilan beliau berkisar antara:
7,5 miliar rupiah s/d 9,375 miliar rupiah. Sedemikian besar penghasilan beliau setiap tahun, akan tetapi beliau tidak pernah berkewajiban membayar zakat. Kemanakah uang sebanyak itu ia belanjakan? Semuanya dibelanjakan di jalan-jalan Allah.

Adapun membelanjakan harta benda dengan sesuka-hati, sering kali menjadi sumber petaka dan bencana, sebagaiman yang dialami oleh orang yang membelanjakan hartanya pada khomer, makanan haram, dan perbuatan haram. Berbagai azab Allah Ta'ala baik di dunia atau di akhir berdatangan silih berganti. Sehingga pada akhirnya terbukti bahwa ia tidak dapat menikmati harta kekayaannya, dan hanya petaka serta bencanalah yang ia tunai.

Hikmah kedua: Sebagai upaya melipatgandakan kekayaan.

Bila anda telah menempuh segala cara untuk melipatgandakan harta kekayaan anda dan ternyata tak juga kunjung berhasil, maka masih ada satu jalan yang mungkin belum anda tempuh. Tahukah anda, apa jalan itu? Jalan itu adalah jalan sedekah.

Mengherankan bukan? Mungkin selama ini anda berpikiran bahwa sedekah hanya akan menguras harta kekayaan belaka? Betapa tidak, anda memberi, akan tetapi tidak boleh ada pamprih dari pemberian tersebut.

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih." (Qs. Al Insan: 8-9)

Akan tetapi demikianlah fakta dan kenyataannya. Tidak pernah ada orang kaya atau pengusaha yang menjadi rugi atau bangkrut gara-gara sedekah atau zakat. Yang terjadi malah sebaliknya, yang kaya semakin kaya sebagai akibat dari keberkahan sedekahnya.
Anda tidak percaya? Simaklah janji Allah dan rasul-Nya berikut:

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (Qs. Al Baqarah: 276)

Pada ayat lain, Allah Ta'ala berfirman:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tidap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan bagi orang yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (Qs. Al Baqarah: 261)

"Tidaklah shodaqoh itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba dengan memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu'/merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya." (Riwayat Muslim)

Anda tidak percaya? Silahkan dibuktikan, bila anda takut membuktikan, maka silahkan anda menyaksikan buktinya yang banyak anda temui di masyarakat.

CERMINAN KETIGA: Bersikap baik dan tidak melanggar batasan Allah.

Sebagai bagian dari aplikasi keimanan anda kepada Allah Ta'ala Yang Maha Kuasa atas penciptaan dan pengaturan alam semesta, ialah dengan meyakini bahwa Allah-lah yang mengatur dan membagi rizqi hamba-Nya.

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Qs. Az Zukhruf: 32)

Saudaraku! Bila Allah Ta'ala telah menentukan jatah rizki anda, maka tidak ada gunanya anda memaksakan diri dengan melanggar syari'at Allah dalam mencari rizki. Bekerja dan berusahalah tanpa harus melalaikan ibadah kepada Allah dan tanpa melanggar syari'at-Nya.

"Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram." (Riwayat Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, serta dishohihkan oleh Al Albani)

Penutup

Saudaraku, mungkin hitungan harta kekayaan pada zaman sekarang yang begitu besar menjadikan anda tergiur dan lalai akan kehidupan akhirat. Ketahuilah saudaraku, bahwa dunia beserta isinya ini walau nampak di mata kita begitu besar dan berharga, akan tetapi di sisi Allah tidaklah lebih berat bila dibanding sehelai sayap seekor nyamuk.

"Andai dunia ini di sisi Allah senilai sehelai sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walau hanya seteguk air." (Riwayat At Tirmizy, Ibnu Majah)

Demikianlah nilai dunia dan segala isinya di sisi Allah. Bila anda telah mengetahui itu, layakkah anda mempertaruhkan segala yang anda miliki demi mendapatkan kehidupan dunia ini?
Bahkan bila anda semakin jauh mengkaji dalil-dalil yang berkaitan dengan dunia, maka anda akan dapatkan bahwa nilai dunia sangat tergantung dengan kecintaan kepada Allah. Apabila suatu bagian dari kehidupan dunia mendukung terwujudnya kecintaan anda kepada Allah, maka hal tersebut menjadi terpuji. Sebaliknya bila malah menjadi penghalang atau menyibukkan anda dari merealisasikan kecintan kepada Allah, maka hal itu menjadi tercela. Oleh karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Dunia itu terlaknat (jauh dari Allah) dan seluruh isinya terlaknat pula, kecuali sesuatu yang dilakukan demi mencari keridhaan Allah Ta'ala." (Riwayat At Thabrani dan dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Al Albani)

Pada riwayat lain, beliau bersabda:
"Dunia itu terlaknat (jauh dari Allah) dan seluruh isinya terlaknat pula, kecuali dzikir kepada Allah, atau yang semakna dengannya atau seorang yang berilmu (ulama') atau penuntut ilmu." (Riwayat At Tirmizy, Ibnu Majah dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albani)

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan hadits ini dengan berkata: "Dikarenakan dunia itu tiada harganya di sisi Allah, sampai-sampai lebih remeh dibanding sehelai sayap nyamuk, maka ini adalah bukti bahwa dunia dan seluruh isinya benar-benar jauh dari Allah, dan inilah hakekat dari makna laknat. Allah Yang Maha Suci hanyalah menciptakannya agar menjadi tempat menyemai benih-benih kehidupan akhirat dan sebagai jembatan menuju kepadanya. Pada kehidupan dunia inilah umat manusia mengumpulkan bekal berupa amal ibadah untuk meniti perjalanan menuju ke akhirat. Dengan demikian, tidak ada suatu apapun dari urusan dunia yang dapat mendekatkan manusia dari kehidupan akhirat selain yang mengandung dzikir kepada Allah dan bermuara pada kecintaan-Nya, yaitu ilmu; dengannya anda mengenal, beribadah, berzikir, memuji dan menyanjung Allah. Untuk tujuan inilah Allah menciptakan dunia dan penghuninya, sebagaimana ditegaskan pada firman-Nya:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (Qs. Az Dzariyat: 56)" (Miftah Darissa'adah 1/69-70)

Saudaraku: Pada suatu hari Ibnu As Simaak menemui Harun Ar Rasyid di dalam istananya. Tak berapa lama, Harun Ar Rasyid merasa haus, sehingga iapun segera minta agar diambilkan air minum. Tanpa pikir panjang seorang pelayan segera membawa bejana yang berisi air yang sebelumnya telah didinginkan. Sebelum Harun Ar Rasyid meminum air itu, ia berkata kepada Ibnu As Simaak: "Berilah aku petuah!" Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Ibnu As Simaak pun segera berkata kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin! Berapakah engkau akan menghargai air minum itu bila engkau sedang kehausan dan ternyata aku menghalangimu darinya?" Harun pun menjawab: "Dengan separoh kerajaanku." Selanjutnya Ibnu As Simaak berkata: "Silahkan engkau menikmati air minummu." Dan seusai Harun Ar Rasyid meminum air itu, Ibnu As Simaak kembali bertanya: "Bayangkan andai aku menghalang-halangi air minum yang telah engkau minum untuk keluar dari tubuhmu (menyumbat saluran air senimu), berapakah biaya yang akan engkau keluarkan agar air senimu dapat keluar?" Harun Ar Rasyid pun kembali menjawab: "Sebesar sisa kerajaanku." Mendengar jawaban ini, Ibnu As Simak pun menimpalinya dengan berkata: "Suatu kerajaan yang separohnya dihargai dengan seteguk air, dan sisanya dihargai dengan air seni, tidaklah pantas untuk diperebutkan." Mendengar petuah ini, spontan Harun Ar Rasyid pun menangis tersendu-sendu. (Tarikh At Thobary 6/538 & Al Bidayah wa An Nihayah 10234)

"Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kecintaan kepada keimanan dan jadikanlah keimanan itu indah dalam hati kami. Limpahkanlah kepada kami kebencian kepada kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah wafatkanlah kami dalam keadaan muslim, dan hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, dan kumpulkanlah kami dengan orang-orang sholeh tidak dalam keadaan hina, tidak juga tertimpa fitnah." Amiin.

***

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Artikel www.pengusahamuslim.com

5 Sikap Pengusaha yang Dapat Menyelamatkan Bisnis Anda

Jakarta (ANTARA News) - Sikap mental seorang pebisnis sangat menentukan maju tidaknya usahanya. Pebisnis sukses pasti mempunyai sikap yang mendukung kesuksesannya. Lalu sikap mental apa saja yang diperlukan agar bisnis anda berjalan lancar dan memberikan keuntungan maksimal.

Berikuti ini ada lima sikap yang bisa anda terapkan:

1. Mental Pemenang VS mental si KalahInilah mulanya perjalanan profit anda. Sukses bukan kebetulan, kegagalan juga bukan kebetulan. Kesuksesan dan kegagalan dihasilkan oleh mental dan perilaku seseorang ! Persiapan mental, perilaku, membawa kebahagiaan, kedamaian dan keikhlasan dalam berbisnis. Maka, memulai dengan mental yang benar sangatlah PENTING!

Mental si kalahMental si kalah melakukan 3 hal sebagai berikut :
  1. Blame, sikap yang selalu menyalahkan orang lain jika terjadi masalah
  2. Excuse, selalu mencari alasan mengapa mereka tidak berhasil
  3. Denial, tidak mau menerima kenyataan yang terjadi
Hal hal yang sering menjadi blame, excuse dan deny antara lain: negara, ekonomi, market, kompetitor, tetangga, istri, suami, anak, orang tua, dan sebagainya atau mungkin Tuhan juga disalahkan.

Mental si pemenangMental si pemenang melakukan 3 hal sebagai berikut :
  1. Ownership, perasaan memiliki yang sangat tinggi terhadap perusahaannya dan mengendalikan perusahaan. Tidak membiarkan perusahaan yang mengendalikan hidupnya, tetapi dialah yang mengendalikan perusahaan. Sama halnya dengan seorang nahkoda yang mengendalikan kapalnya.
  2. Accountable, selalu siap melakukan apa yang sudah direncanakan dan berkomitmen tinggi menjalankan setiap rencana.
  3. Responsible. Mereka adalah orang yang mengambil alih situasi jika genting dan bertanggung jawab atas hasil yang dicapai, apapun hasilnya.
2. Tujuan anda berbisnis adalah untuk gagal ...Di dalam bisnis anda harus memiliki persiapan untuk gagal! Nah, siapa yang ingin gagal? Ngga ada, kan? Siapa yang ingin sukses? Semua mau angkat tangan... Nah, pertanyaan berikutnya, siapa yang ingin sukses dan melakukan kerja keras yang dilakukan oleh pengusaha sukses? Berapa banyak yang masih angkat tangan? Lah, jangankan mau kerja keras, kebanyakan hanya mempunyai rencana saja dan tidak dijalankan, bagaimana mau sukses kalo hanya bermimpi saja?!

Makanya persiapkan segala sesuatu yang mungkin membuat anda gagal. Mengapa banyak yang bunuh diri? Karena dalam hati dan pikirannya tidak pernah terbersit bahwa ada kemungkinan gagal. Kaget, ketika gagal dan menjadi kecewa dengan sangat mendalam. Gagal itu sesuatu yang pasti dalam bisnis, tahukah anda? Ini pemikiran yang perlu di pertimbangkan, apakah saat anda berbisnis ada yang menyadarkan anda bahwa kegagalan adalah proses belajar?

Apakah anda ingin belajar caranya mengkalkulasi kegagalan, agar siap dengan segala kemungkinan terburuk, jika terjadi? Jika ya maka anda membutuhkan seorang pelatih bisnis.

3. Anda gagal karena anda merasa sudah “TAHU SEGALANYA” ! Sikap “I know everything” adalah kata yang sangat di haramkan oleh semua pengusaha terkenal. Mereka adalah orang yang sangat berpikiran terbuka. Mereka tidak pernah bilang “I know”, mereka selalu mengatakan ...”Hhmmmm isn’t that interesting..” Saat anda mengatakan SAYA TAHU SEGALANYA, artinya anda menghambat kreatifitas berpikir anda, dan anda sudah tidak dapat lagi menerima hal hal yang baru.

Intinya : pengusaha kelas dunia yang tahan krisis berpikiran terbuka. Selalu belajar dan belajar , dari yang terbaik dan yang terburuk. Kapan anda mau meluangkan waktu untuk belajar?

4. Time Management vs Self Management ...Umur manusia kalau di hitung rata-rata 4000 minggu, apakah anda orang yang paling memiliki waktu, atau karyawan anda yang lebih santai dari anda? Berapa minggu sisa hidup anda sekarang? 2000 atau kurang? Kesalahan sangat fatal, jika anda tidak punya waktu luang untuk relaks.Tidak ada waktu untuk berlibur, tidak ada waktu untuk bermain dengan anak.

Seorang pengusaha bercerita ke saya: “Saya liburan coach, tapi pikiran saya tidak tenang karena memikirkan kantor, memikirkan customer, produksi, biaya, dan lain lain”
Mengapa demikian? Karena fondasi bisnis anda belum kuat. Fondasi bisnis anda saat anda membangun bisnis tidak diperhatikan dengan baik. Kenapa? Karena anda sibuk! Itu jawabannya.

Pengusaha besar tidak boleh sibuk, apalagi sibuk berada di bisnisnya. Pengusaha besar tidak perlu melakukan hal hal operasional seperti : ikut-ikutan menghitung uang receh, antri di bank, setor uang, ambil uang, nulis laporan keuangan sendiri.

Anda harus belajar mengelola waktu dan mendelegasikan tugas anda ke karyawan. Coba sekarang, cek berapa kali sehari anda mendapat pertanyaan dari pelanggan atau karyawan anda? Berapa banyak pertanyaan ini sifatnya sangat penting atau malah yang tidak penting di tanya ke anda juga?

5. Menetapkan goal dan selalu mengingatnyaMari saya bantu, anda tinggal menjawab pertanyaan saya dibawah ini :
  • Kemana anda akan membawa anak, istri anda berlibur tahun ini?
  • Apa hadiah yang ingin anda beli untuk orang yang paling anda cintai sehingga membuat dia sangat surprise?
  • Apa nama restaurant yang akan membuat keluarga anda demikian terkejut tahun ini?
  • Apa satu hal yang anda butuhkan untuk keperluan rumah anda yang harus anda beli sekarang juga?
  • Rumah yang bagaimana yang ingin anda beli untuk rumah kedua anda?
  • Berapa uang yang akan anda sumbangkan atau kegiatan sosial apa yang ingin anda lakukan tahun ini?
  • Hadiah ulang tahun apa yang ingin anda berikan kepada diri anda, yang anda tahu sesuatu yang funtastik buat anda?

6 Sikap, Mental, dan Perilaku Pengusaha Sukses

Alhamdulillah,
Sebagai bagian dari proses perpindahan kuadran dari Karyawan menjadi Pengusaha, seseorang harus memahami dan mengaplikasikasikan enam sikap, mental,dan perilaku PENGUSAHA di bawah ini:

1. Memiliki Mimpi Besar

Seseorang yang akan menjadi pengusaha harus mengawalinya dengan mimpi besar yang akan diraihnya. Sebab jika hal itu tidak dimiliki, seseorang akan berbisnis dengan ‘apa-adanya’ tanpa target yang jelas dan hasilnya pun ‘apa-adanya’

2. Pandai Mengelola Risiko

Risiko tidak bisa dihindari. Tidak hanya didalam bisnis, ketika tidur saja kita selalu menghadapi risiko seperti kematian. Di jalan raya, kita menghadapi kemungkinan di tabrak kendaraan lain, di kantor menghadapi risiko di PHK dan seterusnya.

Seorang pengusaha tidak akan menghindari risiko, tetapi dia mampu mengelola risiko yang ada menjadi minimal dan memberikan peluang bisnis menguntungkan. Jadi risiko yang dapat dikelola atau dikontrol akan menghasilkan keuntungan.

Untuk bisa mengelola risiko, kuncinya hanya menguasai bisnis yang dijalankan. Seorang yang ahli bermain saham di bursa lebih banyak untung dibandingkan dengan orang yang tidak mengetahui ilmunya, tetapi dia belum tentu bisa mengelola usaha bengkel mobil karena dia tidak ahli dibidang itu. Sekali lagi, kunci mengendalikan risiko adalah menguasai bisnis yang dijalankan.

3. Suka Tantangan

Seorang pengusaha harus suka dengan tantangan karena tantangan akan membesarkan bisnisnya. Menghindari tantangan berarti menghindari kemajuan bisnis.

4. Daya Tahan Tinggi

Memiliki daya tahan tinggi berarti tidak cengeng. Pengusaha sukses biasanya mempu bertahan dalam menghadapi pahit getirnya berbagai kendala usaha dan tingkat persaingan atau hambatan lainnya. Berbagai macam kendala bisa membuat putus asa, namun pengusaha sukses menghadapi dengan lapang dada dan tidak cengeng. Sekeras apapun terpaan terhadap usahanya, pengusaha sukses berusaha bangkit dan terus belajar sambil menemukan betapa manisnya menjadi pengusaha.

5. Berusaha Memberikan yang terbaik

Pengusaha sukses selalu memulai bisnisnya dengan niat untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen, karena dengan itulah mereka berkeyakinan akan sukses dan bisnisnya akan berkembang menjadi besar. Itulah sebabnya dalam sebuah perusahaan – perusahaan besar biasanya memiliki tim riset tangguh untuk membuat produk dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Nokia, perusahaan handphone misalnya selalu berusaha membuat HP dengan fitur-fitur yang selalu di up date untuk memberikan kemudahan konsumen.

6. Tidak banyak berteori, lebih mengandalkan intuisi

Teori memang penting untuk pertimbangan pengambilan keputusan bisnis, tetapi mengandalkan teori saja akan membuat orang menjadi ‘terbebani’ dan lambat mengambil keputusan bisnis. Dalam dunia bisnis, seringkali intuisi lebih dominan dalam pengambilan keputusan. Banyak pengusaha sukses yang memulai bisnisnya atau mengembangkan bisnisnya dengan mengandalkan intuisi dan visi yang lebih maju.

Ketika AQUA pertama kali di pasarkan puluhan tahun silam, masyarakat banyak yang menganggap bahwa produk itu adalah ide gila, karena masyarakat waktu itu berpikir tidak masuk akal menjual air putih dalam kemasan yang saat itu air jumlahnya melimpah ruah. Tetapi sekarang Anda bisa menyaksikan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) justru banyak diminati orang. AQUA sendiri saat ini sudah menjadi perusahaan raksasa.


Semoga Bermanfaat.
Abu Dzakirah

Sumber:
Ebook:  Cara Mudah Orang Gajian Menjadi Entrepreneur oleh Safak Muhammad.

HIDUP BERSIH

Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR
KESUNGGUHAN untuk senantiasa hidup bersih lahir dan batin merupakan salah satu cara untuk meraih derajat kemuliaan di sisi Allah. Alquran menuturkan, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan dirinya." (Q.S. Al-Baqarah:222).
Dalam Islam, setiap akan melakukan salat, kita diwajibkan untuk bersuci. Bukan hanya suci tubuh, tapi juga suci pakaian, tempat ibadah, bahkan suci hati. Bagaimana orang akan tenteram dalam salat jika hatinya lalai, pikirannya "berkeliling" ke mana-mana? Suci tubuh dan hati adalah jembatan menuju kesempurnaan ibadah.
Prinsip bersuci dalam Islam tidak hanya dalam rangkaian ibadah, namun dapat kita temukan juga dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam berniaga, berumah tangga, bergaul, bekerja, belajar, dan lain-lain. Di semua tempat itu kita diajarkan bersikap hidup suci. Menjauhkan diri dari dusta, kezaliman, menipu, khianat atau bahkan sikap bermuka dua (munafik). Itulah sesungguhnya hakikat pola hidup bersih seorang mukmin.
Melatih diri untuk senantiasa hidup bersih lahir batin adalah suatu tuntunan yang harus dijalani. Namun langkah itu sangat bergantung pada keseriusan dan tekad diri kita sendiri. Pola hidup bersih harus berawal dari diri sendiri. Mulailah berlatih hidup bersih dari hati, lisan, sikap dan tindakan.
Berusahalah agar setiap untaian kata yang keluar dari lisan kita penuh makna. Hindari kata-kata kotor, keji dan tidak senonoh. Sebab setiap kali kita bicara kotor, lay-out wajah bisa mendadak berubah menjadi buruk. Menurut suatu penelitian, untuk sebuah senyuman dibutuhkan tujuh belas tarikan otot wajah. Sedangkan jika wajah masam, cemberut atau marah, kita memerlukan tarikan tiga puluh dua otot. Secara fisik tentu jelek, apalagi dihitung dari sudut kesucian hati.
Makin hidup kita bersih, kita akan semakin peka. Coba lihat cermin yang bersih! Satu titik noda menempel padanya akan cepat ketahuan. Tapi kalau cermin kotor, penuh noda dan debu, digunakan untuk melihat wajah sendiri saja susah. Makin bersih diri kita, Insya Allah kita akan lebih peka melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Bahkan kita akan lebih peka terhadap peluang amal dan juga ilmu. Sebaliknya, bagi yang kotor hati, jangankan untuk melihat kekurangan orang lain, melihat kekurangan diri saja tidak mampu.
Orang yang hidup kotor, sekalipun sering melanggar larangan Allah, tidak pernah merasa diri banyak dosa. Dia tidak pernah merasa bersalah dan mempunyai kekurangan. Kesalahan dia lihat pada orang lain melulu. Itulah buah dari hidup kotor. Harta kotor, pikiran kotor, dan kelakuan kotor menghasilkan "cermin" kotor. Hidup seperti ini tentu sangat jauh dari kebahagiaan dan kemuliaan.
Nabi Muhammad saw. adalah figur pribadi yang bersih tubuh, bersih pikiran, bersih ucapan, dan bersih hati. Tutur kata beliau penuh makna, jauh dari sia-sia. Tapi sikap dan penampilan beliau juga senantiasa rapi, bersih dan bersahaja. Setiap kali berwudu Rasulullah selalu bersiwak (menggosok gigi). Sesudah makan beliau juga bersiwak dan menjelang tidur pun beliau bersiwak.
Rasulullah tekun memelihara kebersihan tubuhnya. Tidak ada satu pun keterangan menyebutkan bahwa tubuh beliau kotor dan kusam. Bahkan keringatnya pun harum. Saking harumnya, menurut salah satu riwayat, sampai-sampai istri beliau sangat ingin menampung keringatnya.
Dalam urusan-urusan kecil pun Rasulullah senantiasa memberikan keteladanan. Beliau menganjurkan kita agar menggunting kuku serta membersihkan bulu-bulu tubuh. Paling tidak hal itu dilakukan setiap hari Jumat. Dalam hadis Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Baik dan menyukai kebaikan; (Allah) Bersih dan menyukai kebersihan, (Allah) Pemurah dan senang pada kemurahan hati, (Allah) Dermawan dan senang kepada kedermawanan". (H.R. at-Tirmidzi).
Dengan demikian, tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda hidup bersih. Mari kita budayakan kebersihan dalam rumah kita. Meski rumah itu sederhana, yang penting bersih. Jangan biarkan sampah berserakan, sebab Allah akan "mengutus" lalat sebagai peringatan bahwa rumah kita kotor. Atau nanti Allah menggerakkan tikus-tikus untuk mengerubungi rumah kita.
Rumah harus bersih dari sampah, tapi lebih dari itu rumah juga harus bersih dari barang-barang yang bukan hak kita. Berhati-hatilah! Contoh sederhana, jangan membawa barang-barang kantor sekecil apa pun ke dalam rumah. Asbak, penggaris, spidol, isolatip, atau sekadar kertas. Jika itu bukan hak kita, nanti tidak berkah. Begitu pula saat pergi ke masjid. Jika melihat ada mukena atau sandal bagus, jangan sekali-kali ditukar. Itu termasuk perbuatan curang dan salat kita bisa tidak diterima karenanya.
Ada kesempatan menginap di hotel berbintang. Handuk, sarung bantal, korek api, sabun, pisau dan benda-benda milik hotel lainnya, jangan sampai terbawa pulang. Atau bagi mereka yang suka pinjam buku-buku perpustakaan, harus amanah. Buku itu mungkin tidak pernah atau selesai dibaca, namun berat untuk dikembalikan. Demikian pula halnya dengan barang-barang tetangga yang kita pinjam atau masih tersimpan di rumah kita. Segera kembalikan, sebab barang sekecil apa pun yang kita simpan, jika itu milik orang lain bisa menghalangi jalan rezeki kita.
Mulailah membersihkan rumah dari barang-barang yang bukan hak kita. Termasuk juga barang-barang yang bisa membuat kita riya alias doyan pujian dari orang lain. Mulailah menciptakan rumah yang bersih dari barang-barang yang tidak terpakai. Sebab tidak sedikit yang hobi mengumpulkan barang-barang bekas. Dipakai tidak muat, diberikan kepada orang lain sayang. Akhirnya malah mubazir. Sebenarnya tidak ada larangan bagi kita untuk mencari kehidupan duniawi. Dunia ini boleh buat kita, mau beli apa saja silakan, asal halal. Namun terlalu cinta dunia adalah sumber dari segala kesalahan. Dan yang paling penting adalah diri kita lebih bagus daripada barang duniawi yang kita miliki.
Bersyukurlah jika memang ditakdirkan menjadi orang yang berkecukupan, karena sahabat-sahabat Rasul seperti Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar Ash-Siddiq, atau Usman bin Affan, juga memiliki kekayaan duniawiah. Tapi mereka memiliki kemampuan untuk mengelola kekayaannya demi kemaslahatan umat, sehingga mereka dihormati bukan lantaran kekayaannya melainkan karena kedermawanannya.
Selain bersih dari harta haram dan barang sia-sia, kita harus juga mulai membersihkan pikiran. Jangan membiasakan diri berpikir kotor. Nilai kita di sisi Allah tidak ditentukan oleh harta kita. Nabi Muhammad juga hidupnya sangat sederhana namun tidak kurang kemuliaannya. Jika dititipi kekayaan, janganlah hati menjadi terikat oleh kekayaan. Orang yang tidak zuhud itu kekayaan duniawinya disimpan dalam hati. Orang yang zuhud itu, bila dianugerahi kekayaan dunia, tetapi tidak pernah terikat, bagi dia seribu, sejuta, seratus juta sama saja, sama-sama milik Allah.Wallahua'lam.***
sumber: pikiran-rakyat.com

Friday, 8 October 2010

PELUANG USAHA RUMAHAN

Bisnis Snack & Kue, dari Dapur Rumah
Makanan Ringan
Bagi Anda yang ingin memulai usaha atau ibu-ibu yang berkeinginan membantu suami menambah penghasilan, mengembangkan usaha dari rumah sendiri bisa jadi pilihan yang paling tepat. Di jaman krisis ekonomi ketika banyak terjadi PHK dan pendapatan keluarga yang semakin menurun, alternatif membuka usaha merupakan jalan keluar yang paling pas.
Usaha rumahan merupakan usaha yang dilakukan di rumah sendiri. Skala usaha kecil atau mikro yang tentu saja biasanya dikelola perorangan atau keluarga. Usaha kecil rumah menjadi solusi tepat bagi beberapa orang. Usaha ini sangat banyak sekali macamnya. Yang paling mudah dilakukan adalah membuka usaha rumahan snack dan kue dari dapur.
Dengan modal yang sangat terjangkau usaha ini bisa dimulai. Bahkan dengan modal dengkul pun menjual snack dan kue bisa dilakukan. Dengan uang seratus ribu rupiah misalnya Anda bisa membuat cilot dan menjualnya di depan sekolah. Dengan modal terbatas Anda menjual burger orang lain untuk dijajakan di rumah misalnya. Begitu laku Anda membayarnya. Begitu kecil modal yang dibutuhkan. Modal kecil karena usaha dari rumah biasanya dilakukan secara bertahap dari kecil lalu bertahap ke skala besar.

Usaha ini relatif tidak membutuhkan mesin atau peralatan canggih. Dengan peralatan dapur yang dimiliki sudah bisa menjual makanan ini. Jadi dana investasi bisa ditekan, bahkan Anda tidak perlu melakukan investasi terlebih dahulu. Cukup dengan wajan penggorengan, kompor serta panci yang dimiliki di dapur, Anda sudah bisa menjadi pengusaha rempeyek, kerupuk kemasan atau kacang telur.
Usaha snack dan kue sangat mudah dan praktis untuk dilakukan. Anda tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk membuka usaha ini. Memasak sangat mudah dilakukan oleh siapapun bahkan bukan ahli masakpun usaha kue dan snack bisa dikembangkan. Jika ingin ahli, tersedia aneka buku resep dan kursus masak yang mengajarkan cara tepat membuat snack dan kue.
Pangsa pasar snack dan kue termasuk besar. Orang Indonesia memiliki kebiasaan ngemil yang dilakukan untuk disaat senggang, santai atau menunggu waktu makan. Minum teh atau pesta pasti menyuguhkan kue dan snack sebagai pengisi makanan. Kehadiran snack dan kue dalam banyak kesempatan merupakan potensi pasar yang luar biasa. Orang tetap butuh klappertart untuk arisan, butuh pisang goreng untuk teman minum teh sore hari, makan keripik singkong saat menunggu bis, anak-anak sekolah mengisi perut dengan aneka snack saat istirahat. Begitu besar pasar snack dan kue karena makanan ini banyak dikonsumsi dalam berbagai kesempatan.
Usaha snack dan kue dari dapur merupakan salah satu usaha yang sangat kecil resikonya. Bahkan boleh dikatakan jika snack dan kue tidak laku bisa dimakan sendiri. Resiko terbesar pada kue basah atau segar yang mudah basi. Sedang untuk snack dan kue kering yang awet bisa bertahan beberapa bulan sehingga masih relatif aman untuk dijual hari berikutnya.
Usaha snack dan kue dari rumahan tidak bisa dianggap remeh karena skala usahanya kecil. Meski demikian, keuntungan snack dan kue rumahan termasuk besar. Beberapa jenis kue khusus yang enak dan mahal bisa mendapatkan keuntungan besar 45%. Untuk kue dan snack dengan persaingan ketat keuntungan berkisar antara 20-25%. Kue dan snack semakin tinggi untungnya jika dikemas menarik dan cantik.

Friday, 1 October 2010

TIPS MEMILIH PAKAIAN (BERDASARKAN SIFAT BAHAN)

Setiap akan membeli pakaian pastikan rasakan kainnya, minim ke lengan,

jika
1. dingin dan kering itu adalah effect dari bahan katun yang lebih banyak, dan disarankan untuk cuaca GK, dan perawatannya paling gampang bisa dijemur langsung dibawah matahari, disetrika suhu panas.

2. dingin, kering dan lebih gampang kusut: adalah biasanya terbuat dari bahan serat tanaman:nanas, agave..kebanyakan nama bahannya adalah linen, bahan ini masuk bahan agak mahal, jika membeli perlu penganan khusus pada saat penyimpanan misalnya harus digantung sehingga tidak kusut seaktu mau dipakai.

3. dingin atau sangat dingi agak lengket : hati-hati, bahan ini lebih banyak polyester(serat sintetis) ketika kita pakai di tempat dingin maka akan terasa dingin, namun ketika ditempat panas akan panas juga dan tak menyerap keringat sebaik katun, biasanya kain ini banyak beredar di GK karena penampilannya yang menggoda, misalnya mengkilap. perawatan tidak menuntut ekstra kecuali karena warna.

jika membeli pakaian dengan warna warna mencolok/cerah terutama warna merah, biru/hijau, orange sebaiknya pada saat pencucian 1,2,3 dipisahkan dari pakaian lain, karena warna-warna terebut lebih beresiko luntur.

jika sehabis membeli tidak disarankan langsung dipakai, sebab dari proses pemintalan benang sampai proses akhir jahitan , proses pencucian sanagat jarang dan hampir bisa dikatakan tidak dilakukan, sehingga bahan kimia dan kotoran saat proses sangat besar beresiko terhadap tubuh dalam jangka waktu lama.

jika ada petunjuk perawatan, biasanya didalam baju dengan pita warna putih, sangat disarankan diikuti, kalau tidak ada maka sebaiknya anda mencermati saran ini.

jangan merendam terlalu lama pakaian dalam larutan detergen/pewangi hal ini akan memepengaruhi texture kain dan benang, sebaiknya tidak lebih dari 25 menit.....

jangan mencampurkan pemutih langsung dengan detergent, sebab penggabungan ke 2 bahan tersebut akan menghasilkan zat yang sangat berbahaya bagi paru2 anda..........

JIKA MEMBELI PAKAIAN TOLONG DICOBA LANGSUNG TANPA RANGKAP BAJU ANDA, sebab apa yang anda bayangkan saat itu akan berbeda saat dipakai sebenarnya.

Jika membelinya di toko ternama atau merek ternama ada baiknya tanyakan perawatannya dan jangan malu untuk mencoba, jika sampai staffnya tidak tahu, anda berhak tersenyum sinis.....dan jangan lupa meminta struk pembayaran jika ada suatu masalah nantinya bisa diurus lebih lanjut.

SELAMAT MENCOBA..