Penulis : Saptuari Sugiharto
Sejak kemarin banyak pertanyaan
bisnis tanpa modal gak bisa jalan, ada yang rencana bisnisnya gak jalan-jalan
karena tiada modal.. Semua seolah harus diidentikan modal dengan uang,
'no money no dodolan'...
'Gak ada duit, gak bisa jualan!' Hehe
Saya share beberapa pengalaman nih, bisa jualan tanpa modal, atau dengan modal
yang minim.
1. MODAL DENGKUL DAN OMONGAN
Kuncinya adalah jual produk orang lain, ambil selisih harganya. Banyak pemilik
barang yang senang ada yang membantu memasarkan produknya. Jaminannya? Mau
ninggal KTP, Ijazah pun boleh. Tentu jangan langsung ambil banyak yaa.
Bertahap... Tapi konsisten! Misal ada barang 100.000 kamu jual 150.000, ambil
dulu 20 barang, habiskan.. Uang yang 100.000 x 20 bayarkan ke pemilik barang,
untungnya yang 50.000 x 20 kumpulkan, jangan langsung semua buat foya-foya,
simpan untuk modal bisnis lainnya.
Jadi kamu tetap bisa menjualkan
produk orang lain, dengan akad bahwa kamu sebagai resellernya, bukan sebagai
pemilik barang. Dan mendapatkan fee dari tiap barang yang kamu jual. Juga
jangan menaikkan harga seenaknya, namun tetap berdasarkan kesepakatan dengan
pemilik barang.
2. MODAL SOKONGAN KELUARGA
Kalo bapak ibumu punya dana tersedia tentu sah-sah saja mereka membantu
anaknya. Namun lebih elegan kalo kamu hadir bukan sebagai peminta-minta, tapi
sebagai mitra usaha. Gak ada larangan bapak dan anak tandatangan di atas
materei bersama. Misal bapakmu memberikan modal 50 juta, disepakati bapak
memiliki saham 30% dalam usahamu. Jadi nanti kalo sebulan dapat untung 10 juta,
semua biaya sudah terbayar lalu profit dibagi bapakmu dapat 3 juta, kamu
sendiri dapat 7 juta. Elegan kan? Stop jadi peminta-minta pada orang tua..
Berjuanglah membahagian mereka.
Kalo rugi mas? Ya resiko ditanggung bersama, jual sisa aset yang tersisa, terus
dibagi tetap prosentasenya.. Kamu 70%, bapakmu 30%, insya Allah kamu gak bakal
langsung dipecat jadi anak.
Atau bisa juga bikin kesepakatan di depan, jika rugi seluruh asset dijual dan
100% uangnya kamu kasihkan ke Bapakmu. Kamu gak dapet apa-apa gakpapa, toh
ketika mulai juga gak modal apa-apa kan?
3. MODAL PATUNGAN BERSAMA
Misal ada usaha bermodal 100 juta, kamu punya ilmu dan kemampuan mengelola tapi
uang kamu tiada berpunya. Terus? Kalo kamu hutang ke kanan kiri harga dirimu
tergadai, malu karena dicap tukang hutang.
Terus? Datanglah dengan terhormat pada kawan-kawanmu. Bawa proposal rencana
bisnismu dengan perkiraan alokasi modal, target penjualan dan potensi
keuntungan, jangan lupa juga resiko ruginya. Misal nih ada 3 orang siap
bergabung,
A setor 40 Juta,
B setor 35 Juta,
C setor 25 juta,
Diawal disepakati, kamu sebagai pengelola bisnisnya, ABC sebagai investor
pasif, mereka tidak terlibat di manajemen, boleh kalo membantu promosi dan
koar-koar dimana-mana.
Kamu sebagai pemilik ide, dan pengelola dapat 40% dari keuntungan, sisinya 60%
dibagi kepada 3 orang sesuai prosentase (A 40%, B 35%, C 25%)
Catat! Semua wajib disepakati sejak awal, tanda tangan diatas materei, ke empat
pihak paham dengan hak dan kewajibannya. Selama bisnis berjalan surat
kesepakatan bersama itu yang jadi dasarnya.
Kalo sudah deal, cair, tinggal kamu mainkan bisnisnya.. Mainkan yang merdu!
Biar gemerincing keuntungannya.
Banyak yang bisnis bareng tanpa MOU (Perjanjian Usaha) di depan, akibatnya
ketika bisnis membesar, setan masuk manas-manasin, mata yang bening jadi ijo,
rebutan hasil, saling tuduh, dan akhirnya kawan jadi lawan, rekan jadi
saingan.. begitulah!
4. MODAL DARI JALAN TAK TERDUGA
Naaaaah... Kamu yang gak punya kemampuan bicara ceriwis dagang dimana-mana, gak
punya jatah dari orang tua, gak punya kawan-kawan dekat yang bisa dijadikan
mitra, tenaaaaang, Allah itu benar-benar Maha Kaya, selalu ada solusinya.. Dari
jalan yang tidak terduga-duga!
Ini kesaksian real, nyata, ketika
saya, MasMono, Mas Jody Waroeng Steak mendampingi Ustadz Yusuf Mansur dalam
seminar "Semua Bisa Jadi Pengusaha" di JEC Jogja 2012 lalu, ada
seorang peserta dari Sidoarjo yang memberikan testimoni di panggung.
"Saya hanya mengikuti anjuran
ustadz Yusuf Mansur untuk melakukan riyadoh 40 hari. Saya geber sholat 5 waktu
berjamaah di masjid, semua sholat sunnah saya jalankan, qobliyah ba'diyah, duha
12 rakaat, tahajud, sholat tobat, setiap hari saya berzikir panjang, membaca
Quran dan saya bersedekah dengan harta saya.. Dari semua yang saya lakukan doa
saya cuma satu.. Ya Allah, jadikan saya pengusaha terserah gimana caranya"
Masya Allah, ini doanya muantab! Pasrah total pada Allah.. Terseraaaah ya Allah,
manut deh gimana caranya.. Engkau Tuhanku dan aku hambamu.. Kalo bukan
kepadaMu, aku mau minta kemana lagi ya Allah?
Daaaan...
Setelah riyadoh 40 hari dilakukan, dia ketemu dengan kawan lamanya, kawan dekat
di masa lalu. Allah benar-benar mengaturnya!
"Bro, aku harus pindah keluar kota nih, ada proyek disana, istriku juga
tugas disana. Nah aku kan punya rumah makan disini, alhamdulillah dah ramai,
sistem sudah jalan, tinggal memantau dan mengawasi. Mau enggak engkau bermitra
denganku, nanti share saham 50% untukku dan 50% untukmu, kalo setuju besok aku
ajari cara mengelolanya.."
DUEEERRRR!!!! JEGLARRR!!!
Aaah... Allah memang tidak pernah
ingkar janji, terbukti rezeki min haitsu la yah tasib.. dari jalan yang tidak
disangka-sangka!
“…. Barangsiapa yang bertaqwa kepada
Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki
dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(QS.Ath-Thalaq:2-3)
Baca ayat itu, kuncinya BERTAQWA
(ikuti perintahNya, jauhi semua laranganNya), Allah kasih jalan yang tidak
disangka-sangka!
Juga BERTAWAKAL (Yakin dan pasrah bongkokan pada Allah) maka Allah akan
mencukupkannya..
Masak gak percaya? Al Quran langsung tuh yang menjelaskan..
Naaah begitulah, yuk perbaiki ibadah
kita masing-masing, selalu ada solusi dari tiap masalah, jangan pernah putus
asa dengan rahmad Allah. Bisnis itu kunci utamanya BERANI MEMULAI!
Sekarang tahun 2015 ya? Mmm.. 5
tahun lagi 2020, jangan sampai kawanmu sudah sampai perjalanan 100 kilometer,
dan kamu masih sibuk nyari tambal ban yang kempes,
ban sepedamu yang tak pernah dikayuh... wink emotikon
Turut berduka cita,